SHAZAM! Film Superhero Terbaru DC Yang Tinggalkan Kesan Gelap dan Suram

Tidak seperti film DC pada umumnya memiliki tema suram dan gelap seperti film Batman atau Superman. Film Shazam! Rupanya membawa perbedaan terhadap rumah produksi DCEU yang terkesan filmnya selalu terkesan Dark menjadi sebuah film yang lebih berwarna dan menyenangkan. kenapa demikian? Karena film DC satu ini memang berbeda dan lebih mengarah ke tema rumah produksi rivalnya, Marvel (MCU).

Hal ini tentunya memperlihatkan DC akhirnya menyadari bahwa meminjam formula Marvel sama sekali adalah bukan ide yang buruk. Dengan penampilan yang fantastis, naskah yang cukup gokil, protagonis yang lucu, set piece yang menyenangkan, inti emosional yang tulus dan bahkan mengarah ke genre horor karena disutradarai oleh David F Sandberg yang sebelumnya menggarap film Lights Out, Shazam merupakan film yang sangat menyenangkan dari awal hingga akhir.

Di atas kertas, Shazam merupakan film yang memiliki konsep yang konyol – dengan menceritakan seorang bocah lelaki dapat berubah menjadi seorang pahlawan super dewasa, dan penulis Henry Gayden menemukan keseimbangan yang sempurna antara yang serius dan yang aneh untuk membuat konsep itu berhasil. Ini jelas merupakan kisah asal-usul, tetapi naskah dibuat dengan cerdik melayang di antara yang segar dan familier.

Tampaknya baik penulis dan sutradara menyadari apa masalah yang berada dalam rumah DC, dan setiap titik plot dalam film, serta pelaksanaannya tampaknya dikalibrasi untuk memperbaiki yang rusak. Pencapaian terbesar film Shazam adalah bagaimana ia berhasil menggunakan kekuatan superhero dengan cara imajinatif - yang merupakan keluhan terbesar dengan film-film sebelumnya di mana pria berotot hanya saling menghancurkan seperti versi Hulk, Superman dan pertempuran superhero lainnya dengan kesan yang keras dan penuh kekerasan.

Faktanya pada film Shazam, Zachari Levi (Shazam) yang sebenarnya berusia 12 tahun (Asher Angel) di dalam film tersebut berhasil melakukan lelucon tentang apa yang akan dilakukan seorang anak ketika diberikan kekuatan super.

Penampilan Levi di film Shazam ini sangat penting, mengingat reaksi tulus seorang anak terhadap apa pun yang terjadi di dalam film tersebut, sambil memberikan cukup banyak lelucon namun cukup berbeda dari lelucon yang dimiliki Ant Man dan Deadpool dari segi joke nya. Penjahat, yang diperankan oleh Mark Strong memiliki peran dan latar belakang yang lumayan baik dan berkesan karena dia bagian dari beberapa lelucon yang lucu sehingga kamu akan tertawa dan mengocok perut.

Ini merupakan pertanda yang cukup baik untuk sutradara Sandberg, yang sekarang telah memberi kita tiga film besar dalam rentang tiga tahun (Wonder Woman, Aquaman dan Shazam!). Kontrol yang dimilikinya terhadap nada materi dan emosi sangat solid dan bakatnya untuk menghindari adegan basi di layar bioskop adalah tanda yang sangat baik dari hal-hal yang akan datang jika diberikan kunci untuk genre lain. Mari berharap semoga ia mendapatkan kunci ke seluruh film DCEU selanjutnya.

Klik tombol dibawah ini untuk melihat halaman selanjutnya.