GOJEK, Go Internasional Setelah 8 Tahun Mengaspal

Hai Milioners, bagi kalian yang pernah memenangkan kuis di situs Kuismilioner.com pasti ada yang pernah mendapatkan hadiah berupa Go-Pay khan? Yap, hadiah dari KuisMilioner ini merupakan salah satu produk yang dimiliki oleh perusahaan GO-JEK, sekaligus sebuah aplikasi yang tentu saat ini dimiliki dan digunakan oleh kebanyakan orang. 

Didirikan sejak tahun 2010, perusahaan yang memiliki nama unik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau yang lebih kita kenal dengan nama GO-JEK, kini memang makin melebarkan sayapnya.

Perusahaan yang didirikan oleh Nadim Makarim ternyata makin tumbuh subur dalam perkembangannya. Tidak hanya di dalam negeri saja, saat ini GO-JEK telah melakukan ekspansi ke luar negeri, tepatnya di wilayah Asia Tenggara. Adapun negara yang menyediakan layanan GO-JEK diantaranya adalah Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina.

Untuk negara Vietnam, nama GO-JEK diberi nama dengan sebutan GOViet, sedangkan untuk negara Thailand nama GO-JEK berubah menjadi GET. Sedangkan di negara Singapura dan Filipina menurut kabar akan segera beroperasi.

GO-JEK merupakan sebuah aplikasi yang memiliki layanan penyedia moda transportasi dengan memanfaatkan mitra  ojek motor. Didirikan di Jakarta dan resmi berdiri pada tanggal 13 Oktober 2010 , diawali dengan hanya 20 orang pengemudi. Kini tidak hanya layanan transportasi seperti roda dua dan roda empat saja, namun GO-JEK juga memiliki fitur lain dalam aplikasinya seperti layanan pemesanan makanan (Go Food), pengantaran barang (GO Send), pembelian pulsa (Go Pulsa) hingga pembelian dan transaksi lain melalui saldo Go-Pay.

Merunut historinya, perusahaaan yang didirikan oleh Nadim Makarim ini bisa dibilang fenomenal dan revolusioner. Meski saat berdirinya GO-JEK sudah ada perusahaan transportasi berbasis online, yaitu Uber yang investasi serta pengembangannya merupakan perusahaan dengan campur tangan modal asing.

Namun tak dapat disangkal justru kemunculan GO-JEK yang menimbulkan banyak kontroversi pro kontra yang semuanya sangat fenomenal. Kemunculan GO-JEK bahkan melebihi fenomena kemunculan jual beli online yang sensasional di media tahun 2011 yaitu Tokobagus.com.

Baca Juga : Kisah Perjalanan Singkat Jack Ma, Sang Taipan Inspiratif Dari Tiongkok

Kala itu GO-JEK hanya mengandalkan sarana telepon dalam memenuhi panggilan layanan untuk penyediaan jasa transportasi roda dua alias motor. Seiring berjalannya waktu, dengan kehadiran Uber lewat aplikasinya akhirnya investor melirik GO-JEK yang diyakini akan memiliki potensi besar kedepannya.

Pada tanggal 7 Januari 2015 akhirnya GO-JEK meluncurkan aplikasi berbasis Android dan IOS sebagai pengganti sistem pemesanan melalui call center yang digunakan pada awalnya. Di tahun yang sama, para investor mulai masuk ke tubuh GO-JEK. Dengan NSI Ventures sebagai investor pertamanya yang kemudian disusul oleh Sequoia Capital dan DST Global.

Pada tahun 2016, GO-JEK semakin banyak mendatangkan investor untuk bergabung seperti  KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Markets dan investor-investor sebelumnya yang secara resmi mengumumkan nilai pendanaan sebesar US$550 juta atau sekitar Rp7,2 triliun.

Dari total investasi yang fantastis, GO-JEK akhirnya memecahkan rekor sebagai perusahaan starup pertama di Indonesia yang menyandang status Unicorn. Karena valuasi GO-JEK melebihi US$1 miliar pada saat itu.

Melihat perkembangannya, investor yang bergabung dengan GO-JEK tentu tidak hanya itu saja. Mengawali tahun 2018, perusahaan raksasa Google pun akhirnya ikut berinvestasi dengan GO-JEK. Disusul pada bulan berikutnya masih di tahun yang sama perusahaan dari Astra Internasional serta Djarum pun tak luput kepincut untuk ikut menanamkan modal bersama GO-JEK.

Kehadiran GO-JEK di Indonesia memang sungguh fenomenal sekaligus kontroversial. Mulai dari pro kontra antar penarik ojek hingga hal menarik dari profesi seorang driver GO-JEK. Tak hanya dilirik oleh para pengemudi ojek pangkalan atau pengkolan saja, Profesi driver GO-JEK pun ada yang berasal kalangan berpendidikan SMA ke atas hingga berbagai latar belakang sosial ekonomi dan berbagai profesi yang turut berpartisipasi.

Semuanya satu suara, yaitu sepakat dengan cuan yang bisa dihasilkan dengan hanya menjadi driver GO-JEK. Maka tak heran jika ada seorang Dokter pun ikut berpartisipasi ‘nyambi’ sebagai driver GO-JEK dan melaju bersama motornya menemui penumpang yang melakukan order via apps GO-JEK.

Kisah diatas adalah gambaran perjalanan perusahaan lokal yang didirikan oleh salah satu anak bangsa di Indonesia, yang idenya justru berdasar dari interaksinya dengan usaha masyarakat lokal yang sudah puluhan tahun ada di negeri ini. Meski  dengan proses berliku yang harus dilalui, namun akhirnya dunia mengakui bahwa Gojek adalah salah satu perusahaan asal Indonesia yang diakui prospeknya oleh negara lain, bahkan negara yang lebih maju dari kita.( *)

Klik tombol dibawah ini untuk melihat halaman selanjutnya.