MENGENAL MASJID TERTUA NAN BERSEJARAH DI INDONESIA [Bagian 4] - Referensi Kuis Ramadhan

 

Kuis Ramadhan baru 5 hari nih berjalan, Bagaimana sobat Milioners? Seru kan ikutin kuisnya. Tetap semangat ya pantengin terus sampai jelang lebaran nanti, karena hadiah Umroh Gratis menunggu kalian.

Pada artikel – artikel sebelumnya kita udah membahas 6 (enam) masjid yang paling tua serta memiliki nilai sejarah yang mengiringi perkembangan agama islam di Indonesia. Selanjutnya pada artikel kali ini akan dibahas 3 (tiga) bangunan masjid lagi yang masih termasuk tertua di Indonesia sekaligus sebagai penutup dari 4 (artikel) mengenai masjid tertua yang ada di Indonesia. Berikut adalah daftar 3 masjid yang masih termasuk tertua di Indonesia, cekidot!

 

7. Masjid Agung Banten

Terletak berada di Kecamatan Kesamen, Banten Lama kurang lebih berjarak 10 kilometer terdapat salah satu masjid tertua di Indonesia. Adalah Masjid Agung Banten, masjid yang telah lama berdiri kokoh serta memiliki nilai - nilai sejarah dalam masanya.

Setiap harinya masjid bersejarah ini ramai dikunjungi oleh para peziarah yang selalu berdatangan, baik dari Banten sendiri maupun dari luar Banten, seperti dari daerah Jawa. Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, Masjid yang telah lama dibangun ini pun memiliki keunikan tersendiri dalam arsitektur bangunannya.Untuk mencapai ke lokasi, masjid yang terletak di Desa Banten ini dapat dituju dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Kurang lebih setengah jam perjalanan dapat ditempuh menggunakan kendaraan dengan dimulai dari Terminal Pakupatan, Serang.

Sultan Maulana Hasanudin merupakan tokoh dibalik berdirinya Masjid Agung Banten. Beliau merupakan Sultan pertama dari Kesultanan Banten sekaligus adalah putra pertama dari Sunan Gunung Jati (Wali Songo).

Bicara soal keunikan bangunannya, Masjid Agung Banten berada di atas kompleks seluas 1,3 hektare dengan dikelilingi pagar tembok setinggi 1meter. Pada bangunannya, masjid ini memiliki menara yang bentuknya mirip dengan bentuk Mercusuar. Tidak hanya itu, masjid ini memiliki keistimewaan pada arsitektur bangunannya yang berupa perpaduan bangunan khas bergaya Jawa Hindu, China, dan Eropa. Hal tersebut karena pembangunan masjid yang dilakukan pada tahun 1556 ini melibatkan 3 arsitek berbeda. Arsitek pertama adalah Raden Sepat, merupakan arsitek berpengalaman yang juga berjasa dalam pembangunan Masjid Demak dan Masjid Agung Cirebon.

Arsitek kedua adalah Tjek Ban Tjut (baca: Cek ban su) berasal dari China, rancangan yang disumbangkan adalah bentuk bangunan bersusun lima menyerupai pagoda yang terletak pada atap utama masjid. Selain itu rancangannya terdapat pada serambi masjid di bagian utara dan selatan, serta bagian tangga masjid.  Arsitek ketiga adalah Hendrik Lucaz Cardeel seorang berkebangsaan Belanda beragama Islam. Sumbangan penting dalam rancangannya adalah Tiyamah, bangunan dua lantai berbentuk persegi panjang bergaya arsitektur Belanda kuno. Selain itu, beliau juga turut andil dalam membangun menara yang terdapat di sebelah timur Masjid.

 

8. Masjid Raya Baiturrahman

Bangunan Masjid bersejarah lainnya adalah Masjid Raya Baiturrahman, terletak di pusat Kota Banda Aceh. Masjid yang menjadi kebanggaan rakyat Aceh ini memiliki sejarah kelam dalam perjalanannya. Masjid Raya Darussalam pernah dibumihanguskan pada saat Kerajaan Belanda menyerang Kesultanan Aceh pada agresi tentara Belanda kedua pada Bulan Shafar 1290 Hijriah atau pada tanggal 10 April 1873 Masehi.

Sama seperti pada Masjid Bersejarah lainnya, Masjid yang mirip dengan Taj Mahal di India ini pun menjadi salah satu destinasi wisata religi yang bisa membuat setiap pengunjung berdecak kagum atas kemegahan dan keindahan arsitektur yang dimilikinya. Sejarah mencatat, Terdapat dua versi perihal riwayat pembangunan masjid ini. Sebagian sumber menyebutkan bahwa masjid ini didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada 1612 M. Sementara, sumber lain menyebutkan masjid ini didirikan oleh Sultan Alauddin Johan Mahmudsyah pada tahun 1292 M.

Mengenai pernah dibakarnya Masjid ini, pembangunan kembali pada masjid pun dilakukan oleh pemerintahan Sultan Muhammad Daud Syah Johan Berdaulat yang merupakan Sultan Aceh yang terakhir pada Kesultanan Aceh,berlangsung pada tahun 1879 -1881 M. dengan mengunakan arsitektur bangunan baru mengadaptasi gaya Moghul (India) yang dibuat oleh de Bruchi arsitek asal Italia. Seiring berjalannya waktu perluasan area masjid pun dilakukan, pada tahun 1939 perluasan pertama dilakukan atas upaya Gubernur Jenderal A. PH. Van Aken, kemudian pada tahun 1958-1965, bangunan masjid kembali diperluas.

Masjid Raya Darussalam menjadi saksi bisu setiap kejadian yang terjadi di tanah yang dijuluki Serambi Mekah ini. Seperti pada kejadian Tsunami yang menimpa Aceh, Masjid ini menjadi tempat penyelamatan diri warga Aceh meski mengalami kerusakan tapi masih bisa direnovasi.

 

9. Masjid Kauman

Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman, sesuai namanya merupakan masjid tertua yang berada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang yang menjadi Ibukota Jawa Tengah. Letak Masjid Kauman memberikan gambaran tata letak ruang kota yang kontemporer karena berada di pusat kota (alun-alun) berdekatan dengan pusat pemerintahan (kanjengan) dan penjara, serta tak berjarak jauh dari pusat perdagangan (pasar Johar).

Sejarah panjang yang dimiliki masjid ini sejalan mengiringi berdirinya kota Semarang. Tahun berdirinya masjid ini sekitar 1170 Hijriah (tahun dalam perhitungan Islam) atau sekitar tahun 1749 pada hitungan Masehi. Dari hitungan waktu tersebut bisa dikatakan Masjid Kauman Semarang ini berusia lebih tua dari pada kota Semarang itu sendiri. Dalam catatan sejarahnya, Masjid ini pertama kali dibangun oleh Sunan Pandan Arang atau dikenal dengan sebutan Ki Ageng Pandan Arang. Merupakan seorang maulana dari Arab yang memiliki nama asli Maulana Ibnu Abdul Salam. Pandanaran, merupakan sebutan yang lebih dikenal oleh warga Semarang.

Konon Sunan Pandan Arang ditunjuk untuk menggantikan kedudukan Syekh Siti Jenar oleh Sunan Kali Jaga. Menurut ceritanya, kata Semarang sendiri berasal dari kata Asam Arang ( diartikan bahwa pohon asam yang jarang). Daerah dimana Sunan Pandan Arang ini bertugas menyampaikan syiar Islam yang dulunya bernama Kasultanan Bintoro Demak.

Selain keunikan Masjid Kauman yang memiliki nilai sejarah yang tinggi, sampai sekarang keberadaan masjid ini tetap menjadi kebanggaan warga Semarang meski pada saat ini telah memiliki Masjid Agung Jawa Tengah, sebuah masjid besar yang megah dibangun pada tahun 2001 silam. Bukti keunikan Masjid Kauman yang tetap lestari adalah sebagai tempat penyelenggaraan ritual Dugderan, yakni sebuah tradisi peringatan awal bulan Ramadan yang sudah dijalankan sejak jaman dahulu.

Nah, Itulah beberapa masjid tertua di Indonesia yang berhasil dihimpun sebagai bahan penambah pengetahuan sekaligus sebagai refrensi Milioners untuk mencari jawaban atas soal - soal yang akan muncul saat mengikuti KUIS RAMADHAN di Kuismilioner.com.

Klik tombol dibawah ini untuk melihat halaman selanjutnya.